Skouw Mabo | TemawoNews (27/07/2026) — Pemerintah Kampung Skouw Mabo, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, menyalurkan Dana Kampung Tahap II Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp1.831.279.045 kepada masyarakat. Penyaluran berlangsung di Aula Kantor Kampung Skouw Mabo dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah serta masyarakat.
Dana Kampung Tahap II yang disalurkan kepada warga kampung SKouw Mabo bersumber dari tiga mata anggaran masing-masing Dana Desa (DD) Rp. 165.586.400, Alokasi Dana Desa (ADD) Rp.1.085.690.997, dan Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi (ABHPR) Rp. 579/901.045. Yang disalurkan adalah ADD dan ABHPR sedangkan DD akan menyusul seminnggu kemudian sesuai kalender pencairan pemerintah.
Penyaluran Tahap II ini dihadiri oleh Kepala Kampung beserta aparat kampung, Pendamping Dana Kampung, Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam), Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta seluruh elemen masyarakat Kampung Skouw Mabo.
Dalam sambutannya, Kepala Kampung Skouw Mabo menyampaikan bahwa penyaluran Dana Kampung Tahap II merupakan bagian dari komitmen pemerintah kampung dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan pelayanan publik yang telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBKamp).
Pada kesempatan itu, Kepala Kampung juga memberikan penjelasan terkait adanya kelebihan pembayaran Dana Kampung yang terjadi akibat kesalahan administrasi dalam proses penghitungan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jayapura. Akibat kondisi tersebut, Pemerintah Kampung Skouw Mabo diwajibkan mengembalikan sekitar Rp.388.696.293 ke Kas Daerah Pemerintah Kota Jayapura sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Ia menegaskan bahwa kelebihan pembayaran tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan pengelolaan keuangan di tingkat kampung, melainkan merupakan hasil koreksi administrasi yang dilakukan pemerintah daerah.
Selain menjelaskan persoalan tersebut, Kepala Kampung juga menyampaikan bahwa pada Tahun Anggaran 2026 terdapat penyesuaian anggaran sebagai dampak kebijakan efisiensi. Kondisi itu mengakibatkan sejumlah program pembangunan fisik mengalami pengurangan.
"Untuk pekerjaan fisik tahun ini memang dikurangi karena adanya efisiensi anggaran. Prioritas kita lebih diarahkan pada pekerjaan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti pembangunan sumur warga dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK)," ujarnya.
Kepala Kampung berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut dan tetap mendukung pelaksanaan program pembangunan yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Di akhir arahannya, Kepala Kampung juga mengimbau masyarakat agar lebih bijaksana dalam mengelola keuangan keluarga. Ia mengingatkan warga untuk mengurangi kebiasaan berutang kepada pihak lain demi menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.
"Gunakan dana yang diterima sesuai kebutuhan yang benar-benar penting. Hindari berutang apabila tidak mendesak agar kondisi ekonomi keluarga tetap sehat,..!" pesannya kepada warga kampung.
Kegiatan penyaluran Dana Kampung Tahap II berlangsung tertib dan mendapat sambutan baik dari masyarakat. Pemerintah Kampung berharap dana yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan Kampung Skouw Mabo secara berkelanjutan.(*)